Bos Samsung Electronics Bebas dari Tuduhan Kasus Merger Perusahaan

Sugeng rawuh Green Cards Legal di Portal Ini!

Jakarta – Bos Samsung Electronics Bebas dari Tuduhan Kasus Merger Perusahaan

Lee Jae-yong, pimpinan Samsung Electronics, dinyatakan tidak bersalah dalam kasus merger Samsung tahun 2015 di pengadilan di Seoul, Korea Selatan. Artinya dia akan segera dibebaskan dari penjara. Debat Capres 2024, Ganjar Pranowo Siapkan Panic Button untuk Lindungi Pekerja Migran

Rilisan ini memberi saya nafas lega. Lee Jae-young sebelumnya dinyatakan bersalah atas manipulasi saham dan penipuan akuntansi sehubungan dengan merger kontroversial dua anak perusahaan Samsung pada tahun 2015, CNN melaporkan pada Selasa (06/02/2024).

Tahun lalu, jaksa penuntut Korea Selatan menuntut hukuman lima tahun penjara bagi Lee Jae-yong atas tuduhan bahwa ia dan eksekutif lainnya menaikkan harga saham perusahaan tekstil Cheil Industries dan mendevaluasi perusahaan konstruksi dan teknik Samsung C&T untuk mendorong merger.

Pengacara membantah adanya kesalahan yang dilakukan Lee Jae-yong dan mengatakan merger membantu manajemen konglomerat menjadi lebih stabil.

Ketua Pengadilan Distrik Pusat Seoul Park Yong-jae mengatakan tidak ada cukup bukti bahwa Samsung bermaksud merugikan Samsung C&T dan pemegang sahamnya melalui merger.

Lee, juga dikenal sebagai Jay yang Pertama. Lee, sebelumnya dinyatakan bersalah melakukan suap dan korupsi lainnya pada tahun 2017 dalam kasus terpisah. Dia dijatuhi hukuman lima tahun penjara, namun dibebaskan setelah kurang dari satu tahun ketika pengadilan banding membatalkan beberapa dakwaan dan menangguhkan hukuman penjara.

Namun, miliarder itu kembali dipenjara pada Januari 2021 setelah dijatuhi hukuman dua setengah tahun tanpa penangguhan setelah Pengadilan Tinggi Seoul memutuskan dia bersalah melakukan penggelapan dan menerima suap. Dia dibebaskan bersyarat pada Agustus 2021, dan diampuni setahun kemudian. Bos Samsung Electronics Bebas dari Tuduhan Kasus Merger Perusahaan

Kelegaan bagi Samsung datang ketika mereka berjuang menghadapi penurunan penjualan. Raksasa teknologi Korea Selatan baru-baru ini kehilangan mahkotanya sebagai pembuat ponsel pintar terbesar di dunia yang diambil alih Apple (AAPL).

Samsung juga membukukan penurunan laba selama empat kuartal berturut-turut, sebuah tanda bahwa permintaan terhadap perangkat konsumen dan chip yang mendukungnya terus meningkat. (bicara/pembunuhan)